Welcome To My Blog :)
Tampilkan postingan dengan label Space's Journal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Space's Journal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Februari 2011

Space's Journal : Eps.7 Trainer's School atau Sekolah Trainer?!

Di Suatu Tempat...

"Jadi Kamu Dimana Sekarang?" Tanya Seorang Gadis Melalui Pokegearnya. "Aku? Di Jubilife City. Memang Kenapa?" Kata Space. Si Gadis Menghela Nafas Dan Berkata, "Cepat Sekali Kamu Kesana, Space". "Kamu Sendiri, Time? Kamu Masih Dirumahmu kah?" Kata Space. "Enak aja, Aku Sedang Dalam Perjalanan". "Kemana?" Tanya Space. "Pastoria City, Aku Mau Pergi Ke Lake Valor" Kata Time. "Ooh.. Kalau Begitu, Hati Hati Dalam Perjalananmu.." Kata Space. "Ohiya, Kamu Kenapa Tidak Ke Trainer's School Saja" Kata Time. "Trainer's School? Kau Pikir Aku Tak Bisa Bertanding Pokemon?" Kata Space. "Maksudku Asah Kemampuanmu, Eh Sudah Dulu Ya..." Kata Time. Langsung Dimatikan. Mungkin Dia Memang Terburu Buru.

Jadi.... Setidaknya Aku Akan Pergi Ke.... Mana? Trainer's School? Setidaknya Baik Untuk Dicoba. Aku Tidak Pernah Pergi Ke Sekolah Umum. Aku Ditempa Oleh Nenek Carolina dan, yah... Si Tante Kejam. Aku Diajari Tentang Banyak Hal, Sih. Tapi, Setidaknya Tidak Ada Buruknya Untuk Pergi Ke Trainer's School.

Tiba Tiba, Ada Seorang Kakek Berteriak. "Hei, Anak Muda! Mau Datang Ke Sekolah Trainer?" Kata Sang Kakek. "Sekolah Trainer? Trainer's School Kah?" Kata Space. "Iya, Benar. Kebetulan Aku Pemiliknya. Kau Terlihat Kuat, Mau Mencoba Battle Dengan Salah Satu Muridku?" Kata Kakek. "Baiklaah! Aku Juga Sebenarnya Ingin Datang Ke Trainer School Untuk Battle!" Kata Space Dengan Penuh Semangat. "Bagus! Aku Jarang Melihat Anak Muda Dengan Semangat Sepertimu. Ayo Ikut Aku Sekarang" Kata Sang Kakek.

15 menit kemudian... Di Trainer's School..


"Aah, Kakek Sudah Datang Ya?" Kata Seorang Anak Laki Laki. "Iya, Kakek Membawa Seorang Tamu, Dia Ingin Mencoba Battle Disini.." Kata Kakek. "Aah, Kalau Begitu, Perkenalkan! Namaku Jackson..." Kata Anak Laki Laki Itu. "Aku Space, Senang Berkenalan Denganmu..." Kata Space. "Jackson, Bagaimana Kalau Kamu Bawa Space Untuk Berkeliling2 di Sekolah Ini?" Kata Kakek.
"Oke. Space, Ayo Ikut Aku Kesini." Kata Jackson Dengan Semangat.




Jacksonpun Membawa Space Ke Suatu Kelas. "Jadi, Anatomi Marill Itu Harus Bla Bla Bla.." Kata Seorang Professor. "Kelas Apa Ini?" Tanya Space. "Ini Adalah Kelas Kedokteran Pokemon. Murid Murid Di Kelas Ini Adalah Orang2 Yang Berpotensial Untuk Menjadi Dokter Pokemon." Kata Jackson.




Lalu, Mereka Berjalan Lagi Ke Kelas Yang Lain. "Kalau Ini Apa?" Kata Space. "Aah, Ini Kelas Kontes Pokemon. Dikhususkan Untuk Para Calon Koordinator Pokemon." Kata Jackson. "Banyak Juga Calon Koordinator Disini Yaa.." Kata Space. "Biasanya Juga Setelah Mereka Latihan Ada Pop Quiz Kok..." Kata Jackson.




Mereka Memasuki Ruangan Lain Lagi. "Waah! Pokemon Apa Itu??" Kata Space. Iapun Membuka PokeDexnya.

Feraligatr, Pokemon Bertaring Besar. Evolusi Akhir Dari Totodile. Sekali Feraligatr Menggigit Musuhnya, Ia Takkan Melepaskannya Sampai Lawannya Kalah. "Pokemon Itu Keren Sekali,

Tempat Apa Ini?" Kata Space. "Ini Adalah Kelas Pertarungan Pokemon, Biasanya Instruktor Mengajarkan Anak Anak Untuk Bertanding Pokemon Disini..." Kata Jackson.

Tiba tiba, Kakek Pemilikpun Datang. "Bagaimana Kalau Kalian Berdua Mencoba Bertarung Disini??" Kata Kakek Pemilik. "Aku Tak Keberatan Soal Itu. Bagaimana Denganmu, Space?" Kata Jackson. "Battle? Aku Sudah Menunggu Nunggu Soal Itu Daritadi!" Kata Space. Sang Kakek Mengganguk. "Baik, Ayo Kita Persiapkan Battlenya!" Kata Kakek. "Peraturan Macam Apa Yang Akan Kita Gunakan, Kek?" Tanya Jackson. "Kita Akan Menggunakan Sistem 1 lawan 1. Sebaiknya Kalian Bersiap2.". "Baiklah!! Tunggu, Aku Akan Mengambil Pokemonku!!" Kata Jackson dengan bersemangat. Jackson berlari keluar ruangan. "Anak Muda memang seperti itu ya... hahaha" Kata Kakek Pemilik

15 menit kemudian..



Jackson tiba tiba masuk dan berteriak, "AKU SUDAH SIAAAAAAP!!!" Kata Jackson. "Pokemon Apa Yang Akan Kau Gunakan, Jackson?" Kata Kakek Pemilik. Jackson Menghela Nafas Sebentar. Lalu, Ia Berkata, "Keluarlah! Machop!". Space Tertegun, Lalu Ia Buru - Buru Mengeluarkan PokeDexnya.

Machop, Pokemon Yang Sangat Kuat. Tubuhnya Tak Pernah Lelah Seberapa Banyak Dia Berlatih. Dia Cukup Kuat Untuk Mengangkat 100 Orang Dewasa.

"Hebat... Dia Sepertinya Kuat." Kata Space. Jackson Tersenyum Bangga Dan Berkata, "Tentu Saja, Dia kan Pokemon Pertamaku.." Kata Jackson. Space Mulai Bergumam. "Hmm... Sebaiknya Apa Ya, Pokemon Yang Akan Kugunakan?" Kata Space. "Kalau Begitu, Kuberi Satu Petunjuk!" Kata Jackson. Space Lalu Berkata, "Apa Itu?". "Machopku Lemah Dengan Pokemon Tipe Flying dan Tipe Fighting." Kata Jackson. "Dia Juga Tak Bisa Berbuat Apa Apa Dengan Tipe Ghost." Lanjutnya. Space Berpikir Dulu Dalam Beberapa Saat... Lalu Dia Berkata, "Oke, Aku Sudah Menentukan Pokemon Yang Akan Kugunakan!".

"Kalian Berdua Sudah Siap?" Kata Kakek Pemilik. "Tentu Saja!" Sahut Kami Berbarengan.
"Baiklah, jadi kamu akan menggunakan Pokemon apa, Space?" Kata Kakek Pemilik. Space merogoh kantung celananya dan mengeluarkan sebuah Pokeball. "Keluarlah! Starly!" Sahut Space. Jackson tersenyum, dan berkata "Jadi kau memilih untuk mengeluarkan Pokemon Tipe Flying, ya? Menarik, sungguh menarik". Kakek Pemilik ber dehem, dan berkata " Kita akan mulai pertarungan antara Space dan Jackson, Silahkan keluarkan Pokemon Kalian Masing Masing.

"Oke, Kau Boleh Menyerang Duluan, Space!" Kata Jackson. "Baiklah, jangan menyesalinya! Ayo, Starly gunakan Quick Attack!" Kata Space. "Machop, Menghindar!" Kata Jackson. "Sial, Tidak Kena!" Kata Space dengan kesal. "Machop! Lompat ke batu itu dan Gunakan Karate Chop!" Kata Jackson. Starly yang terkena karate chop langsung goyah karena serangan Machop. "Starly! Jangan menyerah! Gunakan Wing Attack!" Kata Space. "Machop, Mengindar Lagi!" Kata Jackson. Jackson dengan bangga mengatakan, "Hmph, hanya disini saja kemampuanmu? Kau bahkan belum mengenai Machopku." Kata Jackson. Space dengan penuh percaya diri berkata, "Aku tidak berniat menyerang Machop". Jackson Terbelakak, "Lantas, kau mengincar apa?". "Aku mengincar batu itu! Batu Pijakan Machopmu" Kata Space.



Machop pun langsung goyah dan terjatuh. Namun, ia berusaha untuk bangkit. "Starly! Serangan Penghabisan! Gunakan Wing Attack Sekali Lagi!" Kata Space. Machop pun langsung faint setelah terkena Hit dari Starly. Kakek Pemilik berkata, "Pemangangnya adalah Space!". Jackson dengan cemas berlari ke arah machopnya, dan ia berkata "Machop, Kau tak apa? Kau sudah berjuang dengan baik. Masuklah ke dalam Pokeballmu...". "Maa" Sahut Machopnya Jackson. Space Langsung berlari ke arah Starlynya. "Starly! Kita menang!" Sorak Space. "Kau Sudah berjuang dengan Sangat Baik. Masuklah kedalam PokeBallmu.." Kata Space.

"Itu dari merupakan pertandingan yang menarik." Kata Kakek Pemilik. "Ya, Space! Kau Hebat Sekali!" Kata Jackson. "Ah, itu biasa saja.." Kata Space dengan merendah. "Jadi bagaimana Space? Apa kau akan pergi ke Oreburgh City?" Tanya Jackson. Space Mengganguk dan Berkata "Tentu Saja! Aku akan memenangkan Badge Pertamaku, Mengumpulkan 8 Badge dan Mengalahkan Champion Cynthia!"

Petualangan Space Masih Berlanjut...

Sabtu, 15 Januari 2011

Space's Journal : Eps.6 Pembawa Pesan dari Verity



.......berapa lama kita akan sampai ke Danau Verity?" Kata Space. Time Berjalan Sambil Mendengarkan Musik Melalui PokeGear berEarPhone-nya. Sepertinya Dia Tidak Mendengarkanku, Lalu Dia Bersenandung Kecil. "Pinkkuni Kagayaku, Jiman no Pokeecchi" . "Time!!" Teriak Space. Time Malah Berteriak, "Kyaaa!!!". Gawat, Yang Satu Ini Malah Berteriak Gaje, Padahal Cuman Dipanggil. Mungkin karena Semalam? Aku Harus Minta Maaf. "Time, Maafkan Aku. Aku Juga Minta Maaf Soal Yang Kemarin" Kata Space yang Wajahnya Merah Padam. "Ta-Tak Apa Kok.." Jawab Time Terbata-bata. "Berapa Lama Lagi Kita Sampai Ke Danau? Apa Yang Akan Kita Lakukan?" Kata Space. Time Tersenyum, Wajahnya Yang Tadinya Memerah Jadi Sangat Cantik. "Lihat Saja Nanti, Oh! Kita Sudah Sampai.." Kata Time.


Wah.. Danau Ini Benar2 Indah Dan Terjaga Asri, Tapi Aku Masih Penasaran Apa Yang Akan Kita Lakukan. "Nah, Sekarang Kita Akan Mulai Tugasku Disini" Kata Time. Suaranya Terdengar Sangat Lembut Namun Tegas. "Aku Perkenalkan Diriku Sekali Lagi, Namaku Time Void, Penerus Keluarga Void Twinleaf yang Menjaga Danau Verity. Aku Adalah Penghubung Dialga" Kata Time Sambil Menunjukan Adamant Orbnya. "Kita Mulai Tesmu Sekarang,, Apakah Kau Sudah Pernah Menangkap Pokemon?" Kata Time. Aku Mengangguk2 Sambil Menunjukan PokeDex ku, Tertera Starly. "Hebat! Aku Saja Masih Belum Bisa Menangkap Satupun, Jadi Aku Juga Diberikan Oleh Prof.Rowan" Kata Time. "Memang Pokemonmu Apa?" Kata Space. Time Mengeluarkan PokeBallnya Dan Berkata "Ayo! Marill!".



Benar2 Pokemon Yang Lucu! Aku Jadi Gemas Melihatnya! "Ayo, Sekarang Kita Mulai Urusan Utama Kita!" Kata Time, Menarik Tanganku Kearah Perahu Ditepi Danau. Perahu Itu Bertuliskan "Void Twinleaf's". "Buat Apa Kita Naik Perahu Ini?" Kata Space, Kebingungan. "Kita Akan Ke Pulau Yang Ditengah Sana Itu Loh.." Kata Time Dengan Bersemangat. Kira Kira Apa Sih, Yang Akan Cewe Ini Tunjukkan? Aku Bingung. Setelah Melihat Sekeliling Ternyata Benar Ada Pulau! "Kita Sampai, Ayo Turun!" Kata Time. Nampak Ada Gua Di Tengah Pulau Kecil Itu, "Apa Isi Gua Ini?" Kata Space. "Mending Kita Masuk, Ayo Space!"



"Gua Apa Ini?" Kata Space. Space Melihat Ke Sekeliling, Ada Genangan Air? Aneh, Kenapa Ya? "Tempat Ini Adalah Rumah Mesprit, Wujud Dari Emosi" Kata Time. Mesprit? Salah Satu Dari Trio Lake Itu? Aku Tak Percaya Kalau Cerita Itu SUNGGUH Nyata. "KYUUNN!!~~" Kata Suara Tak Dikenal yang berasal dari Luar. "Suara Apa Itu? Ayo Keluar!" Kata Space.



Aku Tak Percaya. Itu Mesprit, Wujud dari Emosi. Buru Buru Kukeluarkan PokeDex Ku

MESPRIT : Pokémon ini dikatakan mengisi hati manusia dengan emosi, seperti kesedihan dan kegembiraan.

"Kyuuunn!!" Kata Mesprit, Dia Berlari Kedalam Gua. "Space, Cepat Masuk Kedalam!!" Kata Time.



"Kyuun?" Erang Mesprit Dengan Pelan. Lalu Mesprit Menyentuh Dahiku. Gelap. Semuanya Menjadi Gelap. Ada Cahaya Didepanku. Cahaya Itu Berubah Menjadi Seorang Laki-Laki Berambut Pink, Dan Dia Berkacamata. "Hai" Kata Si Pink. "Namaku Mesprit" Kata Si Pink Sambil Terkekeh. "Tidak Mungkin." Kataku. "Mungkin2 Saja Tuh, Aku Ada Didalam Pikiranmu Ini" Kata Mesprit



"Sebenarnya Aku Disini Ingin Melihatmu, Juga Membimbingmu. Anak Palkia." Kata Mesprit. Oh Bagus, Ada Urusan Apa Sih Mitos2 Sinnoh Ini Dengan Keluarga Void? "Kau Tau Aku Adalah Wujud Dari Emosi, Kan?"Kata Mesprit. Aku Mengangguk2, agak Merinding. "Aku Mengisi Manusia dengan... ah Tidak Penting, Kau Bisa Melihatnya di PokeDexmu." Kata Mesprit. "SPACEVOID! Aku Disini Untuk Memberimu Pesan Dari Palkia, Pencipta Ruang." Kata Mesprit. "Kalian Keluarga Void Sudah Kami Percaya Beribu-ribu tahun untuk Menjaga Kestabilan Dunia Pokemon" Lanjutnya.

"Sekarang, O Pemegang Lustrous Orb Yang Mulia. Palkia Pencipta Ruang dan Galaksi Memberimu Amanat! Sekali Lagi Menjaga Kestabilitas Dunia Pokemon Yang Terancam Oleh Seseorang Bernama Cyrus." Kata Mesprit. Cyrus? Siapa Nih? "Kumpulkan 8 Badge, Selamatkan Dunia Pokemon, Pasti, Kau Akan Bertemu Aku. Orangtua Ketigamu, Palkia." Kata Mesprit. Wah, Jadi Nanti Aku Bakal Ketemu Palkia? Asik Asik. "Begitulah Pesan Palkia." Kata Mesprit. "Jadi.. Aku Harus Menyelamatkan Dunia?". Mesprit Tersenyum, "Begitulah, Aku Turut Menyertaimu Dalam Perjalanan mu, oh, Dan Sepertinya Pacarmu, Anak Dialga Itu Sudah Datang. Bye!" Kata Mesprit. "PACAR? PACAR? APA-APA..."

Blek. Gelap Lagi. Terang, TibaTiba Terang. Time? Nampak Wajah Khawatir Time Disana. "Space? Kau Tak Apa?" Kata Time. Time Memegangi Kepalaku, Dan Aku Berkata, "Aku Tidak Apa-Apa. Bagaimana Denganmu?" Kataku. "APA APANYA? Kamu Tiba Tiba Pingsan! Aku Khawatir Sekali tau Ngga?" Kata Time sambil Agak Marah. Wajahku Memerah. "Maafkan Aku, Karena Telah Membuatmu Khawatir." Kataku. "Tidak Apa-Apa, Ayo Pulang. Sepertinya Tugas Kita Telah Selesai Disini.." Kata Time. "Tugas Apa? " Kataku. "Mengambil Batu Gua Verity dan Bertemu Mesprit" Kata Time Sambil Tersenyum.

"Ayo Pulang"

Petualangan Space Masih Berlanjut....

Selasa, 28 Desember 2010

Space's Journal : Eps.5 Malam Yang Berantakan

Di Kediaman Void Twinleaf



"Air Hangatnya Sudah Siap Nona!" Kata Para Pelayan. Time pun berjalan dengan gontai ke arah kamar mandinya. Dia tampak memikirkan sesuatu. "Jadi namanya Space.... Void?" Kata Time. Wajahnyapun Memerah. "Aku... Kenapa?"Kata Time.

Sedangkan, di Ruang Tamu

"Ah, Space. Silahkan Dinikmati Tehnya." Kata Bibi Ann. Aku Hanya Bisa Mengangguk-angguk dan Berterima kasih. Bibi Ann pun Bertanya, "Bagaimana Kabar Ellie?". Aku Menjawab, "Mama baik - baik saja, seperti biasa. Di Rumah. Meski Kadang2 Suka Bolak-Balik Ke Hearthome untuk Ikut Kontes.". Bibi Ann pun Geleng-geleng sambil menjawab " Yah,, Namanya Juga Coordinator Professional. Ah! Bagaimana Kabar Trent?". "Papa? Dia Ada Dinas di Unova..." Kataku. Ya, DR. Trent adalah ayahku, dia seorang Insinyur. Kabarnya dia sedang membangun bangunan bernama "Empire..." ah, aku lupa!

Aku Pun Mulai Berbicara. "Jadi,,Time adalah Asisten Lapangan Prof.Rowan??" Kataku. Bibi Ann pun Ternsenyum dan menjawab, "Ya, Meskipun Baru 2 Hari Yang Lalu dia Mendapatkan Pokemon Pertamanya. Dia Sudah Menjadi Asisten Lapangan Prof Rowan. Mungkin Karena dia Suka bermain-main disana, saat Suamiku Cliff Berkerja..". Aku Menepuk Tanganku Sendiri, Ah! Aku Ingat! Paman Cliff kan Asisten Prof. Rowan... Pantas saja, padahal aku juga baru mendapatkan Pokemon Pertamaku, si Piplup. 2 Hari Yang Lalu...

Bibi Ann Mengeluarkan sesuatu, tampak seperti Bungkus makanan Pokemon. "Space, Keluarkan Pokemon - Pokemonmu, Ini Ada Makanan Untuk Mereka" Kata Bibi Ann. Aku pun mengucapkan terima kasih kepada Bibi Ann. Lalu, Aku Mengeluarkan Piplup Dan Starly. Mereka dengan Lahap Memakannya. "Kalau Mau, Aku Akan Memasak Untukmu" Kata Bibi Ann. Akupun Menjawab, "Tidak Usah Bi, Aku Sudah Makan Tadi. Sebenarnya, Apa yg dimaksud Prof. Rowan dengan mengirimku Kesini??". Bibi Hanya Tersenyum dan Berkata, "Lihat Saja Nanti, Sebaiknya Kau Tidur. Sudah Mulai Gelap, Kamarmu ada diatas..".

Di Lantai 2..

Bodohnya, Aku Lupa Bertanya Pada Bibi Kamarku yang Mana. Mungkinkah yang ini? atau yang ini? Aku Akan Mencoba yang disebelah kiriku. Semoga Benar.

Space Membuka Pintu

Tampak Time Sedang Memakai Handuk, Sepertinya Baru Keluar dari Kamar Mandinya. Wajah Space Pun Memerah, Wajah Time Juga. Hening Sesaat. "AAAAAA!!!!!!!!!!! KURANG AJAR!!" Kata Time Sambil Mencoba Bersembunyi Dibalik Kamar Mandinya. "Ma-maafkan aku! Aku Tak Melihat Apa-Apa!" Kataku Sambil Menutup Mataku Sendiri Dengan Tanganku. Wajah Time Semakin Memerah karena Pelayannya Yang Kebetulan Lewat Ikut Melihat. "Ke-Keluar!" Kata Time. Aku Pun Langsung Berlari Ke Arah Koridor. Tapi, Entah Kenapa Wajahnya Terlihat Sangat Cantik Saat Sedang Malu. *plakk Aku Menampar Pipiku Sendiri, Karena Malu. Aku Terus Berlari dan Berlari. Sampai Aku Menemukan Pintu Bertuliskan "Space, Disini".
Akhirnya Aku Menemukan Kamarku,, Sepertinya Aku Tidur Saja Dulu Hari Ini. Aku Pun Langsung Tergeletak di Tempat Tidur.

Keesokan Harinya

"Combusskkennn!!" Raung Seekor Combusken. Aku Bangun Dan Membuka Jendela, dan Berkata "Ah.... Sudah Pagi. Huh? Pokemon Apa Itu??". Aku Membuka PokeDex Ku, Kulihat Baik Baik. "COMBUSKEN : Pokemon Tipe Tarung Dan Evolusi dari Torchic, Kakinya Yang Kuat Bisa Menendang 10x dalam sedetik". Wah, Keren.... Tiba-Tiba Ada Yang Mengetuk Pintu, Aku Langsung berlari dan Membukanya. Ternyata itu Para Pelayan Void Twinleaf. "Ayo, Kau Sudah Ditunggu oleh Nyonya dan Nona Muda Time". Akupun Mengikuti si Pelayan Sampai Ke Ruang Makan. Disitu ada Bibi Ann yang Memakai Gaun Ungu, dan Time dalam Baju Sehari2nya. Akupun Mengingat Kejadian Kemarin, Benar2 Memalukan.

"Ayo, Silahkan Duduk Space. Juga Nikmati Makannya!" Kata Bibi Ann. Makanannya Tampak Mengiurkan. Air Liurku Hampir Saja Menetes. Setelah Melihat Wajah Time Akupun Menjadi Tenang. Aku Tak Bisa Konsentrasi Makan. Masih Memikirkan Kejadian Kemarin. "Space.... Setelah Ini, Bisakah Kau Temani Aku Ke Danau Verity?" Kata Time. Aku Berkata " Ba- Baiklah..". "Hei, Habiskan Dulu Makanannya..." Kata Bibi Ann

Apa yang akan terjadi disana??

Sabtu, 18 Desember 2010

Space's Journal : Eps.4 Keluarga Void Twinleaf

"...dan kata Professor Temuilah Asisten Lapangannya yg Bernama Time." Kataku. "Pi..plup plup??" Tanya si Piplup. "Iya, Dia Tidak Memberitahuku alamat si Time ini. Bahkan aku tak tahu ia Cewek ato Cowok..." Kataku. "Plup, Plup!!" Kata si Piplup Sambil menunjuk Sesuatu.



"Yey! Kita Sampai Ke Rute 201!" Kataku. "Plup, pi,!" Kata si Piplup dengan Riang. "Ayo Kita Lari Sampai Ke Kota Twinleaf!" Kataku Sambil Berlari. "Plup, pi,piii!!" Kata Si Piplup. Karena terlalu bersemangat, akupun tersandung sesuatu. Ternyata, itu adalah seekor Starly, sepertinya ia Tampak Marah dan Benjol. "O, ow.." Kataku. "Jadi Ini yang Namanya Starly?" Kataku Sembari Mengeluarkan Pokedex. "Starly, Pokemon Tipe Burung. Biasanya Berada Dalam Kawanan. Apabila Sendirian, Biasanya Susah Dilihat." Kata Pokedex. Starlypun berteriak marah "staaarrrrr!!"



"Hey, Hey Maafkan aku ya Star.. WHOA!" Kataku. Starly menyerangku dengan Serangan Sayapnya. "Piplup! Gunakan Pukulan untuk Menangkis Serangan Sayap!!" Kataku. Serangan Sayap Starly Pun Tertangkis. "Sekarang, Gunakan Raungan!!" Kata Space. Serangan Satrlypun Melemah. "Piplup, Gunakan Pistol Air!!" Kata Space. Spacepun Mengeluarkan PokeBallnya dan Melemparnya Kearah Starly.



Akhirnya Starlypun Berhasil Tertangkap. "Akhirnya aku berhasil menangkap Satu Pokemon!" Kataku. Spacepun Mengeluarkan Starlynya dan berkata "Hei Starly, Tertarik Berpetualang Bersamaku??". Starlypun Membalas dengan Riang "Starrrly!!!". "Bagus, ayo kita sama-sama berlari ke Twinleaf!!" Kataku.

Sedangkan Di Twinleaf Town..



Seorang Gadis yang Cantik Tampak sedang berbicara melalui PokeGearnya. "....Jadi, Time. Tolonglah Rookie Trainer yang Satu Ini." Kata Suara Tak Dikenal itu. "Baik ,Prof.Rowan. Siapa Namanya Tadi?" Kata Time. "Namanya Adalah Space Void" Kata Prof. Rowan. Prof Rowan Pun Langsung Menutup PokeGearnya. "Haduh, Jadi Aku Harus Nungguin Si Space Void Ini? Baiklah.." Kata Time dengan Sedikit Jengkel.

30 menit kemudian...

"Akhirnya Kita Sampai Juga... Hah.. Hah..." Kata Space. Terlihat Pokemonnya Pun Sudah Kecapekan dan Ngos-Ngosan. "Sebaiknya Kalian Kembali ke PokeBall kalian. Piplup dan Starlypun Masuk kedalam PokeBallnya. Setelah Kupikir-Pikir, Coba Kulihat Alamat yang Diberikan Prof. Rowan.

" Kediaman Keluarga Void Twinleaf ". Aku Tidak Percaya, Jadi Si Time ini juga Anggota Keluarga Void? Kediaman Void Twinleaf...... Ah! Rumah Bibi Ann dan Paman Cliff. Aku Ingat, Setauku Mereka Hanya Mempunyai Satu Anak Perempuan yg Kulupa Namanya. Yang Jelas, Saat itu Aku Berumur 5 Tahun. Anak Perempuan itu.... Ah! Aku Lupa....

Sesampainya Di Kediaman Keluarga Void Twinleaf

"Akhirnya Aku Sampai Juga!" Kata Space. "Ah, Siapa itu disana?" Kata Time. Mereka Berdua Pun Bertemu. "Aah.. Jadi... Kamu... Space?..."Kata Time Yang Wajahnya Nampak Malu. "Ya, Aku Space. Kamu.. Anak Paman Cliff dan Bibi Ann Kan?" Kata Space. "Iya, Aku Anak Mereka. Bagaimana Kau Tau?" Kata Time. "Aku... Anak dari Keluarga Void Celestic. Kita Pernah Bertemu Sebelumnya." Kata Space. "Void Celestic? Kamu Space? Aku Ingat Sekarang! Kita Pernah Bertemu Saat Penyerahan Orb!" Kata Time. Aku Baru Ingat, Anak Paman Cliff dan Bibi Ann itu, Merupakan Anak Terpilih Dialga, Time... TimeVoid...

"Kita Sebaiknya Masuk. Aku Mau Membahas Sesuatu." Kata Time.

Apa Yang Akan Dibahas Oleh Time??

Selasa, 14 Desember 2010

Space's Journal : Eps.3 Misi

Pertama - tama Saya mau mengucapkan terima kasih sebesar2nya untuk Teman2 POIN yg mendukung ff ini.

Ok, Lanjut



"Sandgem Town: Kota yg Penuh dgn Pasir", Itulah kata petunjuk di PokeGear ku. Akhirnya aku dan Champion (Bawel) Cynthia sampai di Kota ini. "Togekiss, Terima Kasih.." Kata Cynthia. "Togekiss!!" Kata Togekissnya. "Woi, Kita Ngapain Di Kota ini??, Gak Ada Gym, Cuman ada PokemonCenter sama Mart doang.." Kataku. "Eeh, Ada Urusan Penting Dibilang Sepele..." Kata Cynthia. "Kita Sebenernya Mau Ngapain Sih??" Kataku.

"Cynthia! Space!" Kata Suara Yg tak dikenal itu. "Aah, Prof. Rowan" Kata Cynthia. Hah? Prof. Rowan yg Terkenal itu? Yg Memberiku Dex dan Piplup? "Jadi ini Dia Sang Legenda.. SPACE VOID" Kata Prof.Rowan. Mendengarnya berkata seperti itu membuatku malu, Orang2 Kota Celestic jarang memanggilku dengan sebutan legendaris. "Kamu Membawa Lustrous Orb-mu?" Kata Prof. Rowan. Kalau kau bertanya apa itu lustrous orb, pasti berhubungan dengan PALKIA, Pencipta Space ( Galaksi/Tempat). Nah, sebenarnya.. aku ini adalah Anak pilihan Palkia. Bukan karena namaku Space, tapi.. Karena... Susah Menjelaskannya. Aku Akan Menjelaskannya Lain Kali.

"Kita Lanjut Saja Ke Urusan Lebih Lanjut" Kata Prof. Rowan. "Aah.. Aku Serahkan Anak Ini Kepadamu ya, Prof!" Kata Cynthia. "Baiklah" Kata Prof. Rowan. Yeah, Ngga ada Penggangu Lagi! "Apa yang Mau Anda Bicarakan?" Kata Space. "Aku Punya Sebuah Misi Untukmu" Kata Prof.Rowan. "Misi Apa Itu?" Kataku. "Aku Ingin Menugaskanmu untuk 3 Hal" Kata Prof . Rowan.

"Pertama2 Saya Ingin Menugaskan Kamu Untuk Melengkapi Daftar PokeDexmu..."Kata Prof.Rowan. "Kamu Bisa Bertukar Informasi dengan PokeDex Lain,dsb" Kata Prof. Rowan. "Wah, Kan Banyak Pokemon disini... Mm.. Sekitar 150-an?" Kataku. "Perlu Kuingatkan Kalau PokeDexmu Sudah Berbentuk Gen 5, Tapi Dengan Bodohnya Aku Memasukan Software Gen 4 National Kedalamnya, Jadi Maaf. Kau Tak Bisa Mengumpulkan Data Pokemon Unova" Kata Prof. Rowan. Kukira Bisa Memasukan Data2 Pokemon Gen 5, Ternyata Tidak. Sayang Sekali...


"Kedua, Saya ingin Menugaskan Kamu Untuk Meneliti Gerakan2 Mencurigakan Dari Team Galactic" Kata Prof. Rowan. "Maksudnya Team yg Suka Mondar-Mandir di Sekitar Kediaman Void?? " Kataku. "Iya, Makanya Nenekmu Menyuruhku Meneliti Kegiatan Mereka. Aku Akan Menunjukmu Sebagai Asisten Lapanganku" Kata Prof.Rowan. "Oke, Aku Setuju. Mereka Memang Agak Aneh, Masa Mereka Mondar Mandir Kaya Orang Gila di Kediaman Void, Kota Celestic, dan Mt. Coronet sih?"Kataku. "Kita Akan Caritahu Itu Nanti" Kata Prof.Rowan

"Dan Terakhir, Selidiki Orangtuamu" Kata Prof.Rowan. "Maksudmu, Ayah dan Ibu? Ayah dinas di Unova! Ibu Di Rumah, dan Satu lagi, APA KESALAHAN MEREKA!!"Kataku, Bingung dan Setengah Emosi. "Maaf, maaf. Aku tidak Membicarakan Orangtuamu yang itu." Kata Prof Rowan. Aku Masih Kebingungan, Orangtua yang Mana. "Orangtuamu yang lain, PALKIA." Kata Prof. Rowan. Palkia.... Mendengar namanya membuatku merinding sekaligus merasa nyaman. Campur Aduk.

"Baiklah Professor, Saya akan Laksanakan misi anda!" Kata Space. Lalu, kukeluarkan Piplup ku, Dan Aku Bertanya Kepadanya. "Apakah Kau Siap, Piplup?" Kataku. "PIPLUPP!!!!!" Katanya.



"Oh Iya, Hampir Saja Lupa, Ini, Piplup. Kupakaikan Ya.." Kataku. Aku Pun Memasangkan Ribbon yang diberi Ibuku untuk Piplup ini. Ia Tampak Senang. "Itu Tampak Bagus di Piplup." Kata Prof Rowan. Wajah Piplup memerah karena malu. "Ayo, Piplup. Kita mulai Perjalanan Baru!" Kataku. Saat aku mau meninggalkan Lab Professor, Ia Memanggilku, dan Berkata "Tunggu Sebentar, aku ingin kalian menemui asisten lapanganku di Twinleaf Town." Kata Prof. Rowan. Sambil Memasukkan Piplup ke Pokeballnya, aku berkata "Namanya Siapa?" Kataku. "Namanya.... Time." Kata Prof .Rowan.

Apa yang akan terjadi selanjutnya??

Jumat, 10 Desember 2010

Space's Journal : Eps.2 Titipan


"Ooh.. Jadi ini yang Namanya Route 211!!" Kata Space. Siang itu Sangat Cerah, Sehingga Dia Tidak Menyadari ada seseorang dibelakangnya. "BOO!" Kata Cynthia. "ASTAGANAGA! Kakak! (Mulai Sekarang Dia Dipanggil Kakak, Harusnya Tante sih LOL)" Kata Space. "He, Jauh Jauh Kesini aku mau ngasih sesuatu nih dari Nenek.." Kata Cynthia. "Apa Itu? Omelan?" Kata Space. "Ya Nggak Lah.." Kata Cynthia.

Diapun Mengeluarkan Sesuatu dari Tasnya, Seperti Sebuah Telepon Genggam. "Pokegear! Benda ini Gaul, Keren Dan Stylish. Sepertinya Gak Cocok Buat Kamu.." Kata Cynthia. "Aah.. Mau Dong!!" Kata Space, Ngerengek. " Iya , Iya, Tuh, No Telp Aku, Ibumu, dan Nenek udah Disitu." Kata Cynthia.

Diapun Mengeluarkan Satu Buah Barang Lagi, seperti sebuah Bola. "Pokeball! Untuk Menangkap Pokemon!"Kata Cynthia. "Cara Makenya Gimana~~?? aaa" Kata Space. "Nih Liat, Eh itu ada Chimeco!" Kata Cynthia. Dia Mengeluarkan Pokeballnya, dan berkata "Keluarlah! Lucario!" Kata Cynthia. "Luca..RIO!!" Raung Lucario. "Wah, itu Lucario!" Kata Space. Iapun Membuka Pokedexnya, dan Ada Deskripsi "Lucario, Pokemon Aura, Bentuk Evolusi dari Riolu. Dengan Merasakan Aura dari Musuhnya. Dia bisa Membaca Pikiran dan Gerakan Musuhnya".

"Jadi ini yg Namanya Lucario..eh?"Kata Space, Menyadari Kedua Tangannya Bersinar Memancarkan Aura. Cynthia didalam Hati Berkata "Tidak Mungkin. Selain Menjadi Anak Terpilih Palkia, Ternyata dia Mempunyai Aura yg Kuat". "Aah, Chimeco Sudah Melemah, Gunakan Pokeball!!" Kata Cynthia. "Aah Tertangkap!" Kata Space, Terkagum-Kagum.

"Itulah Cara Menggunakan Pokeball, Kau Mengerti?" Kata Cynthia. "Iya, Iya. Hehe" Kata Space. "Oke.., Kalau Begitu Aku Mau.." Kata Cynthia. Tenonet, Tenonet. Pokegear Cynthia berbunyi, Dia pun menjawab, "Halo? Oh, iya. Hampir Saya Lupa, Baik Professor.." Aku Bertanya, "Ada Apa?".

"Naik, Kita Pergi ke Sandgem Town sekarang." Kata Cynthia. "Huh?" Kata Space. Cynthia Mengeluarkan Pokeballnya dan Berkata "Togekiss!". "To ge kiss!". "Wow, Pokemon apa lagi ini? " Kata Space. Dia Mengeluarkan PokeDexnya Lagi "Togekiss, Pokemon Jubilee dan Bentuk Evolusi dari Togetic. Konon, Dia Takkan Muncul kalau ada Konflik". "Ayo Naik, Togekiss, Fly!" Kata Cynthia.

Apa yg Akan Mereka Lakukan di Sandgem Town??

Rabu, 08 Desember 2010

Space's Journal : Eps.1 A New Beginning

"Hi, Selamat datang di Dunia "Hi, Selamat datang di Dunia Pokemon"Kata Suara Tak Dikenal itu. "S...Siapa kau??"Tanyaku Padanya. "Namaku adalah Alpha Void" Katanya. "Aku Adalah Nenek Moyangmu" Katanya. "Hah? Nenek Moyangku? Maksudmu?". "Jadi, aku..".

KRINGGGG!! Huh, Jam Bekerku Pun Berbunyi. Yup, Ini Ulang Tahunku yang Ke-13!! Seorang Void Dijinkan Berpetualang! Can you imagine that, babe? Kebebasan, Petualangan, Makanan (plakkk). Ngomong-ngomong, namaku Space, Space Void. Aku Merupakan anak pilihan Palkia, Space Creator. Nyambung yah? wkwk. Balik Ke Cerita Dulu ah..

"Tadi, Aku bermimpi apa?". "SPACEEEE!!, Ngapain kamu tidur-tiduran?. Cepetan Mandiii!!" Kata Nenekku, Tepatnya Nenek Kami, Anak-Anak Void. Oh iya, Aku belum Cerita ya? Cynthia, Champion yg Ngakunya Gaul dan Kuat itu, Tanteku loh ^^ . Yah, Dia Kuat. Tapi aku bakalan lebih kuat lagi daripada Tante-tante cerewet itu!

Sehabis Aku Mandi, Aku Turun, dan Melihat Nenekku Sedang Berbicara di Telepon dengan Seseorang." Prof. Rowan, Apa kabar? Apakah kau sudah menyiapkan 3 buah starter Pokemon untuk cucuku itu?". "Baik, Prof.Carolina. Say sudah mentransfer 3 buah starter Pokemon beserta Pokedex Generasi Terbaru, Gen V. Pasti Sudah Sampai". "Oh, ya? Coba Ku..". *tok-tok-tok "Kiriman untuk Prof. Carolina Void Beserta Cucu"! "Iya,Iya, Sebentar"!!

Aku Heran, Kira-Kira apa yang akan menjadi starterku? Mari Kita Lihat..
*pintu dibuka. "Cynthia! Apa Kabar?"Kata Nenekku. "Baik, Nenek. Mana si Kecil Itu? Nih, Aku bawain kiriman dari Prof.Rowan". *senyum nyengir. "Hey! Aku bukan 10 Tahun!! Cynthia! Begitu Aku Dapet Pokemonku, Kita Langsung Battle!". "Oh,ya? Tunggu Kamu Dapet 8 Lencana Dulu Yaks~~". "CYNTHIA, SPACE! HENTIKAN!". "Iya, Nek.."Kata Kami Berdua.

"Space, Ini Sudah Waktunya. Pilihlah Startermu Diantara Ketiga Pokemon Ini". "Apa?, Tapi.."Kataku. "Sudah, jangan banyak tanya, Pilihlah diantara... Turtwig, Chimchar, atau.. Piplup". Mereka Tampak Kuat dan Keren, Terlebih Lucu, Tapi.. Aku Memutuskan Untuk Memilih.. "Nek, Aku Ambil Piplup". "Pilihan Yang Bagus, Rawatlah Ia Dengan Baik" Kata Nenekku. "Awal yg Bagus, Ponakan" Kata Cynthia. "Lihatlah, aku akan Melebihimu, Cynthia!"Kataku. "Cobalah Kalau Kamu Bisa! Haha" Kata Cynthia. "Pip..PIPLUP!!" Kata Piplup. "Kau Juga Bersemangat, Kan Piplup?". "PIPLUP!!". "Hey, Bersemangat itu Bagus, Tapi Jangan Lupa Sama Pokedexnya" Kata Cynthia. "POKEDEX!, Aah.. Ini Dia" Nenekku pun Memberikan Pokedex itu Kepadaku.

"Nek, Cynthia, Semua yg Ada Disini. Lihatlah, aku akan membuat bangga keluarga Void!!"Kataku. "Cobalah kalau kamu bisa, dunia masih luas, jangan lupa keluarga mu selalu ada di Rumah" Kata Ibuku, Baru Keluar dari Dapur. "Iya,Bu.." Kataku. "Piplup! ayo Bertualang!" "PLUP!". "Gosh, Anak Itu Sangat Bersemangat." Kata Nenekku. "Kak, Kau Sudah Masukkan Lustrous Orbnya?" Kata Cynthia. "Tenang, Sudah Kukalungkan Ke Lehernya..." Kata Ibuku.

Petualangan apakah yg Menanti Space Selanjutnya??